Langsung ke konten utama

Rindu (5)

Foto oleh Nesty Alisa

"Ketika rindu mendera sedalam-dalamnya, tak ada obat yang paling mujarab baginya, kecuali pertemuan."

Tak ada yang lebih memilukan dari kerinduan yang tanpa arah. Kau tidak tahu keberadaannya. Kau tidak pernah tahu kabar beritanya. 

Akan tetapi, tak ada yang lebih romantis dari pertemuan tanpa rencana yang kau kenal itu sebagai takdir. Ketika rindu mendera sedalam-dalamnya, tak ada obat yang paling mujarab baginya, kecuali pertemuan. Apalagi, disaat kau sedang rindu-rindunya, dia hadir tiba-tiba membawa senyum keindahan yang mempesona. Sempurna sudah rindu yang kini telah terbayarkan oleh perjumpaan, meski sesaat. Sempurna pulalah sang perindu menganggap semua itu memang takdir yang indah antar dia dan dirinya untuk berjumpa.

Kau yang saat ini terus mengganguku. Entah mengapa, hal itu terus saja mengusik kesendirian yang senantiasa kupertahankan. Aku adalah orang yang cinta pada kesunyian. Akan tetapi, bersamamu menjadikanku larut dalam keramaian. Aku adalah orang yang senantiasa menyendiri, tapi semenjak mengenalmu aku selalu ingin jadi orang yang berbagi. Entah bagaimana pesonamu berhasil menyihirku hingga aku tak lagi suka sendiri

Akhir-akhir ini, aku seringkali memikirkan tentangmu. Entah mengapa kerinduan itu datang tanpa permisi. Bertamu tanpa izin. menyelinap masuk ke lubuk hati. Diam-diam bibir ini ikut turut menyebut namamu dalam harap dan doaku. Diam-diam kutuliskan surat-surat rindu yang entah kapan akan kau baca. Diam-diam pula kuukirkan bait-bait aksara kata yang semuanya tentangmu. Kamu. Yang sebenarnya juga tidak kutahu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar Baik

Aku pernah mendengar satu kalimat nasihat yang bilang begini: "Kamu cuma butuh satu kabar baik yang dinanti dari Allah untuk menghapus banyak kepedihan dalam hidup." Sesederhana kamu butuh cahaya matahari usai hujan lebat berhari-hari yang membuat cucianmu tak kering-kering itu. Kamu hanya butuh satu keajaiban untuk berucap syukur tak henti-henti atas segala ketetapan takdir yang dijalani. Pada akhirnya, aku selalu percaya bahwa setiap ketetapan-Nya adalah yang terbaik. Selalu mengantarkanku ke titik yang lebih baik meski harus tertatih dan terpatah jalan yang harus kulalui. Ya Allah, jika aku harus menemui banyak kehilangan lagi, tak apa, asal jangan Engkau yang hilang dari hatiku. Sore yang dingin, 18122024

Kembali?

Sudah lama tidak mampir kemari. Tahun-tahun belakangan sempat gonta-ganti platform menulis, lalu tiba-tiba rindu kembali ke sini untuk memilih berkawan dengan asing dan hening. Barangkali, di usia yang sudah tidak lagi muda, kita hanya ingin kedamaian. Tidak berarti memutuskan hubungan dengan semua orang, tetapi hanya mengurangi intensitasnya dan menyisakan mereka yang penting saja. Selebihnya? Hanya orang-orang yang akan tercatat sebagai kenangan, lalu perlahan dilupakan.  Barangkali, semakin dewasa kita semakin menyadari bahwa tidak ada yang bertahan selamanya. Adakalanya, kita tidak lagi menempatkan ekspektasi yang tinggi pada sebuah hubungan antarmanusia.  Sederhananya, yang ingin tinggal 'kan kugenggam, yang ingin pergi takkan kutahan. Pada akhirnya, kita hanya akan mempertahankan apa-apa yang memberikan kedamaian, bukan sebaliknya. Maka, semoga kita selalu menemukan apa-apa yang membuat kita damai dalam kebahagiaan, terlebih dalam limpahan cinta-Nya. Juga selalu menemuka...

Siapkah?

Waktu kembali mengusik kebekuanku Telah lama hilang sajak tentangnya dalam anganku Simponi rindu yang telah memudar seiring berjalannya waktu Pintu harap yang telah kucoba tutup rapat Nyanyian sendu yang tak lagi pernah kuucap Rasa yang hadir bersamanya yang dengan kenaifanku ku tepis begitu saja, Kini menjadi satu, menyerbuku agar aku tak semakin terlelap Perlahan tapi pasti, Bayangannya yang dulu bias,kini mulai terlukiskan kembali Aku meraba-raba,mencari-cari jejaknya dalam setumpuk memoriku kurangkai lagi,kisah-kisah yang sempat terlupakan Kususun lagi,kata yang dulu sempat ku abaikan Siapkah aku? Ketika pernah ku azzamkan tak dulu ingin mengenalnya Tapi mengapa,waktu kembali hadirkan dia di hadapku Menggugah jiwa,membangunkanku dari tidur nan amat panjang Membuatku tak lagi larut dalam mimpi indah terlalu dalam Menghadirkan kenyataan yang walau itu belum pasti menjanjikan Aku ingin mengenal kenyataan, Walau kadang dia menghianati harapan Tapi aku rela,asalk...