Langsung ke konten utama

Cinta

Sebut saja namanya cinta. Ia amat terkenal di kalangan remaja. Terkenal di antara muda-mudi yang hatinya sedang berbunga-bunga. Mereka berlomba-lomba mencarinya. Bahkan,sampai tak tidur semalaman dibuatnya. Adapula yang malu-malu saat bertemu dengan yang dicinta. Berbisik-bisik saat mengetahui yang dipuja sedang didekat mereka. Senyum sumringah saat tak sengaja berjumpa. Mereka menamai diri mereka sedang jatuh cinta. Lidah kelu dan kaku saat ingin mengatakannya. Akan tetapi, cinta ini sudah ada sejak dulu kala. Bahkan, sebelum jiwa-jiwa itu dilahirkan ke dunia. Di dalam rahim sang bunda. Sebelum ruh-ruh itu ditiupkan. Sebelum Adam dan Hawa diturunkan. Bahkan ketika Adam kesepian di dalam surga. Diciptakannya Hawa dari tulang rusuknya dan mereka saling jatuh cinta. Itulah cinta dari sang Maha Cinta Yang Kuasa.

Akan tetapi, fenomena yang tak kalah serunya adalah saat muda-mudi jatuh cinta. Beberapa sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka yang terkena virusnya. Bukannya membantu meredam penyebaran,mereka malah semakin memicu perambahan. Namun, adapula yang elegan menyikapinya. Elegan menjaga cintanya. Berdoa kepada Sang Maha Cinta agar bertemu cinta yang "pantas" ketika waktunya tiba. Orang-orang semacam ini tak pernah mencari cinta,tetapi membangun cinta di dalam hati mereka. Mereka mencintai dalam diam. Melakukan apa yang disebut dengan memantaskan diri sebelum bertemu cinta yang sejati. Hingga nantinya disatukan dengan anggun dalamnya indahnya ikatan cinta.

Bila berbicara cinta,tentu tak akan ada habisnya. Dari sebelum manusia dilahirkan hingga manusia bertemu dengan Rabbnya pasti akan selalu ada cinta. Bila cinta hadir di kalangan remaja,maka akan ada yang bersemu merah muda. Kemelut rindu selalu ingin berjumpa. Rindu. Sayang. Hingga air mata pun turut hadir menemaninya. Apalagi ketika cinta bertemu harapan. Ingin rasanya melayang-layang mengitari langit biru nan menawan. Terbang bersama burung-burung melepas wajah murung nan kelam saat dalam penantian. Pasti indah sekali. 

Akan tetapi, adakalanya cinta bertemu penolakan. Ingin rasanya mengurung dirinya dalam penjara keabadian. Tertatih. Merengkuh sang takdir yang tak berpihak padamu,kawan. Ingin rasanya mengembara mengelilingi dunia tanpa tahu jalan pulang. Tersesat. Setidaknya itu lebih baik daripada tersesat di hati seseorang,bukan? 

Lantas kini, aku ada dimana. Cintaku bertemu harapan ataukah penolakan. Entahlah. Aku hanya berdoa,semoga yang terbaik diberikan.

Nesty Alisa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar Baik

Aku pernah mendengar satu kalimat nasihat yang bilang begini: "Kamu cuma butuh satu kabar baik yang dinanti dari Allah untuk menghapus banyak kepedihan dalam hidup." Sesederhana kamu butuh cahaya matahari usai hujan lebat berhari-hari yang membuat cucianmu tak kering-kering itu. Kamu hanya butuh satu keajaiban untuk berucap syukur tak henti-henti atas segala ketetapan takdir yang dijalani. Pada akhirnya, aku selalu percaya bahwa setiap ketetapan-Nya adalah yang terbaik. Selalu mengantarkanku ke titik yang lebih baik meski harus tertatih dan terpatah jalan yang harus kulalui. Ya Allah, jika aku harus menemui banyak kehilangan lagi, tak apa, asal jangan Engkau yang hilang dari hatiku. Sore yang dingin, 18122024

Kembali?

Sudah lama tidak mampir kemari. Tahun-tahun belakangan sempat gonta-ganti platform menulis, lalu tiba-tiba rindu kembali ke sini untuk memilih berkawan dengan asing dan hening. Barangkali, di usia yang sudah tidak lagi muda, kita hanya ingin kedamaian. Tidak berarti memutuskan hubungan dengan semua orang, tetapi hanya mengurangi intensitasnya dan menyisakan mereka yang penting saja. Selebihnya? Hanya orang-orang yang akan tercatat sebagai kenangan, lalu perlahan dilupakan.  Barangkali, semakin dewasa kita semakin menyadari bahwa tidak ada yang bertahan selamanya. Adakalanya, kita tidak lagi menempatkan ekspektasi yang tinggi pada sebuah hubungan antarmanusia.  Sederhananya, yang ingin tinggal 'kan kugenggam, yang ingin pergi takkan kutahan. Pada akhirnya, kita hanya akan mempertahankan apa-apa yang memberikan kedamaian, bukan sebaliknya. Maka, semoga kita selalu menemukan apa-apa yang membuat kita damai dalam kebahagiaan, terlebih dalam limpahan cinta-Nya. Juga selalu menemuka...

Siapkah?

Waktu kembali mengusik kebekuanku Telah lama hilang sajak tentangnya dalam anganku Simponi rindu yang telah memudar seiring berjalannya waktu Pintu harap yang telah kucoba tutup rapat Nyanyian sendu yang tak lagi pernah kuucap Rasa yang hadir bersamanya yang dengan kenaifanku ku tepis begitu saja, Kini menjadi satu, menyerbuku agar aku tak semakin terlelap Perlahan tapi pasti, Bayangannya yang dulu bias,kini mulai terlukiskan kembali Aku meraba-raba,mencari-cari jejaknya dalam setumpuk memoriku kurangkai lagi,kisah-kisah yang sempat terlupakan Kususun lagi,kata yang dulu sempat ku abaikan Siapkah aku? Ketika pernah ku azzamkan tak dulu ingin mengenalnya Tapi mengapa,waktu kembali hadirkan dia di hadapku Menggugah jiwa,membangunkanku dari tidur nan amat panjang Membuatku tak lagi larut dalam mimpi indah terlalu dalam Menghadirkan kenyataan yang walau itu belum pasti menjanjikan Aku ingin mengenal kenyataan, Walau kadang dia menghianati harapan Tapi aku rela,asalk...