Langsung ke konten utama

Orang Baik

Ada dua jenis orang baik di dunia ini. Pertama, dia adalah orang yang senantiasa terjaga baiknya sejak dia dilahirkan. Kedua, dia yang menemukan sendiri kebaikan itu melalui proses perenungan yang panjang ataupun kebaikan yang ditemukan di perjalanan hidupnya.

Aku selalu iri pada orang-orang yang terjaga dengan baik sejak dia dilahirkan. Dimana dia selalu didukung oleh keluarga,lingkungan, hingga pendidikan yang baik. Akhlaknya baik. Tutur katanya indah. Tak ada cela yang terlihat darinya sedikit pun. Alangkah bahagianya.
Akan tetapi,aku pun tak kalah iri pada mereka yang menemukan sendiri kebaikan itu. Dia yang dahulunya bahkan bagaikan manusia paling hina dina,tapi berkat kasih sayang Allah yang begitu besar dia diberikan hidayah olehNya hingga menemukan kebaikan itu.
Kebaikan luar biasa yang dia temukan mampu menggugah hatinya hingga menjadikan dirinya manusia mulia di hadapanNya. Betapa Allah begitu sayang dan memperhatikan dia.

Orang-orang baik ini pun tentu pernah hadir dalam hidup kita. Bahkan saat ini pun ada yang tengah membersamai kita. Mereka memberikan pembelajaran dengan caranya. Dan yang paling baik adalah mereka yang mengajarkan kita untuk menjadi orang-orang baik seperti mereka. Hingga sedikit tidaknya kita pun tahu proses hidup yang telah mereka lewati. Terkadang kita pun ingin seperti mereka. Mengalami proses perenungan yang panjang atau pun berharap dahulunya terlahir di keluarga dan lingkungan yang mendukung semua itu. Tetapi,bukankah semua sudah jalannya masing-masing?
Bila pun kita diberi jalan yang serupa,mungkinkah kita juga akan melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan?

Meski aku tahu kebaikan tak harus selalu dicari dan ditemukan karena kita sendiri pun bisa menciptakan kebaikan itu. Akan tetapi, kita tahu pasti bahwa setiap kejadian pasti ada hikmahnya, bukan? Dan hikmah adalah harta kaum muslimin yang hilang. Kita hanya ditugaskan untuk menemukan hikmah itu hingga kita mampu menjadikan diri seperti mereka yang telah berhasil menemukannya.

Untuk menemukan kebaikan-kebaikan itu,diperlukan hati yang teguh untuk mencari. Jiwa yang tak pernah lelah untuk menyusuri setiap langkah yang telah terlewati. Menghubungkan setiap kejadian dan menemukan makna hidup yang berarti.
Akan tetapi, satu hal yang membuatku seringkali bersedih. Orang-orang baik ini terkadang dihadirkan dalam hidup kita,tidak untuk menemani kita hingga selamanya. Akan tetapi, terkadang mereka dihadirkan untuk memberikan peringatan ataupun pembelajaran. Terkadang mereka dihadirkan bukan untuk menjadi pasangan hidup kita ataupun sahabat kita,melainkan hanya untuk menguji kita. Sehingga tak jarang hati ini nelangsa dibuatnya karena berharap mereka selalu ada di sisi kita. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa berproses menjadi baik dan tergolong orang-orang yang baik. Aamiin.

-Nesty Alisa-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar Baik

Aku pernah mendengar satu kalimat nasihat yang bilang begini: "Kamu cuma butuh satu kabar baik yang dinanti dari Allah untuk menghapus banyak kepedihan dalam hidup." Sesederhana kamu butuh cahaya matahari usai hujan lebat berhari-hari yang membuat cucianmu tak kering-kering itu. Kamu hanya butuh satu keajaiban untuk berucap syukur tak henti-henti atas segala ketetapan takdir yang dijalani. Pada akhirnya, aku selalu percaya bahwa setiap ketetapan-Nya adalah yang terbaik. Selalu mengantarkanku ke titik yang lebih baik meski harus tertatih dan terpatah jalan yang harus kulalui. Ya Allah, jika aku harus menemui banyak kehilangan lagi, tak apa, asal jangan Engkau yang hilang dari hatiku. Sore yang dingin, 18122024

Kembali?

Sudah lama tidak mampir kemari. Tahun-tahun belakangan sempat gonta-ganti platform menulis, lalu tiba-tiba rindu kembali ke sini untuk memilih berkawan dengan asing dan hening. Barangkali, di usia yang sudah tidak lagi muda, kita hanya ingin kedamaian. Tidak berarti memutuskan hubungan dengan semua orang, tetapi hanya mengurangi intensitasnya dan menyisakan mereka yang penting saja. Selebihnya? Hanya orang-orang yang akan tercatat sebagai kenangan, lalu perlahan dilupakan.  Barangkali, semakin dewasa kita semakin menyadari bahwa tidak ada yang bertahan selamanya. Adakalanya, kita tidak lagi menempatkan ekspektasi yang tinggi pada sebuah hubungan antarmanusia.  Sederhananya, yang ingin tinggal 'kan kugenggam, yang ingin pergi takkan kutahan. Pada akhirnya, kita hanya akan mempertahankan apa-apa yang memberikan kedamaian, bukan sebaliknya. Maka, semoga kita selalu menemukan apa-apa yang membuat kita damai dalam kebahagiaan, terlebih dalam limpahan cinta-Nya. Juga selalu menemuka...

Siapkah?

Waktu kembali mengusik kebekuanku Telah lama hilang sajak tentangnya dalam anganku Simponi rindu yang telah memudar seiring berjalannya waktu Pintu harap yang telah kucoba tutup rapat Nyanyian sendu yang tak lagi pernah kuucap Rasa yang hadir bersamanya yang dengan kenaifanku ku tepis begitu saja, Kini menjadi satu, menyerbuku agar aku tak semakin terlelap Perlahan tapi pasti, Bayangannya yang dulu bias,kini mulai terlukiskan kembali Aku meraba-raba,mencari-cari jejaknya dalam setumpuk memoriku kurangkai lagi,kisah-kisah yang sempat terlupakan Kususun lagi,kata yang dulu sempat ku abaikan Siapkah aku? Ketika pernah ku azzamkan tak dulu ingin mengenalnya Tapi mengapa,waktu kembali hadirkan dia di hadapku Menggugah jiwa,membangunkanku dari tidur nan amat panjang Membuatku tak lagi larut dalam mimpi indah terlalu dalam Menghadirkan kenyataan yang walau itu belum pasti menjanjikan Aku ingin mengenal kenyataan, Walau kadang dia menghianati harapan Tapi aku rela,asalk...