Langsung ke konten utama

Anaa Uhibbukum Fillah :)

Di kala senja mulai menyapa,sayup-sayup kudengar rindu menggema menggoda jiwa.
Entah mengapa,kerinduan ini semakin tak tertahankan.
Akhir-akhir ini,kurasakan,aku mulai berlebihan.
Aku rindu.Ya,aku rindu. Terlebih ketika aku tersadar sudah 7 bulan kita bersama.
Akankah semuanya akan sirna begitu saja?

Di suatu tempat yang indah,26 Maret 2015
12.26 WIB
"Monggo sdh ditunggu,yang mau makan siang,makan dulu,kalau bisa sebelum jam 1 kita mulai :) "
12.41 WIB
"Sudah siap syuro?"

Siang itu,ditengah keramaian lalu lalang jamaah shalat zuhur yang akan menunaikan kewajibannya,cerita itu dimulai.Baru saja akan dimulai lebih tepatnya.Keramaian menjadi saksi.Hijab menjadi pembatas diri.Bismillah,cerita itu mulai dirangkai.
Hanya beberapa yang hadir.Agaknya agenda kuliah yang beriringan menghambat kehadiran teman-teman yang lain.
------------------------------------------------
Keputusan telah diambil.Pada akhirnya,14.49 WIB terbentuklah panitia sembilan. Kami menyebutnya "minoritas"(bukan nama sebenarnya). Kami berharap sembilan ini cukup menginisiasikan kebaikan dalam angkatan agar menjadi lebih baik lagi.Bukan cita-cita yang besar.Tapi,kami punya cita-cita yang lebih besar lagi dari itu.
------------------------------------------------
Waktu terus bergerak.Kami mulai mengenal satu dengan yang lain. Kami begitu banyak melakukan kekhilafan yang membuat kami jatuh bangun untuk membangun kedekatan. Mencari cara terbaik membangun keakraban tanpa melewati batas yang seharusnya.Saling mengingatkan ketika ada yang salah. Saling menguatkan ketika asa mulai melemah.Kami berhasil melaksanakan tujuan mula kami. Tersenyum puas ketika agenda yang kami rencanakan berhasil.
Akan tetapi,waktu tak bisa menghianati.Semakin dewasa engkau,maka akan semakin banyak pula tantangan yang akan menghampiri. Kami mulai merasa kehilangan akan yang namanya syuro.Mencari-cari waktu yang tepat untuk sekedar berbagi cerita. Belum lagi amanah-amanah lain yang menuntut untuk dipenuhi segera.Kuharap sesegera mungkin kita akan bersama kembali.
---------------------------------------------------
Kita dari orang-orang yang berbeda. Dia yang selalu aktif mengingatkan. Dia yang selalu ceria. Dia yang begitu banyak amanah. Kau dengan perhatianmu. Kau yang diam-diam memperhatikan(?).
Kuharap,sibukmu dan sibukku adalah sibuk yang membawa kebaikan dan rahmat.Dan yang membuat Dia yakin bahwa kita sedang bejuang di jalan yang baik. Aku tak menuntut apapun,kecuali satu. Aku hanya ingin kita tetap menjadi sahabat.Sahabat sampai syurga.Tak ada yang kehilangan dan menghilangkan.Aku yakin,suatu saat nanti,akan ada masanya kita akan kembali bersama di pagi hari, jam 6?musjur? :D
Hai selamat datang untuk YG yang beru bergabung. :D InsyaAllah kau akan segera merasakan sejuknya pagi hari bersama kami :D
maaf,aku tak bisa terlalu banyak cerita,cukup hanya aku dan Dia dan juga kalian yang tahu betapa semua ini berharga :)
Anaa Uhibbukum Fillah :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar Baik

Aku pernah mendengar satu kalimat nasihat yang bilang begini: "Kamu cuma butuh satu kabar baik yang dinanti dari Allah untuk menghapus banyak kepedihan dalam hidup." Sesederhana kamu butuh cahaya matahari usai hujan lebat berhari-hari yang membuat cucianmu tak kering-kering itu. Kamu hanya butuh satu keajaiban untuk berucap syukur tak henti-henti atas segala ketetapan takdir yang dijalani. Pada akhirnya, aku selalu percaya bahwa setiap ketetapan-Nya adalah yang terbaik. Selalu mengantarkanku ke titik yang lebih baik meski harus tertatih dan terpatah jalan yang harus kulalui. Ya Allah, jika aku harus menemui banyak kehilangan lagi, tak apa, asal jangan Engkau yang hilang dari hatiku. Sore yang dingin, 18122024

Kembali?

Sudah lama tidak mampir kemari. Tahun-tahun belakangan sempat gonta-ganti platform menulis, lalu tiba-tiba rindu kembali ke sini untuk memilih berkawan dengan asing dan hening. Barangkali, di usia yang sudah tidak lagi muda, kita hanya ingin kedamaian. Tidak berarti memutuskan hubungan dengan semua orang, tetapi hanya mengurangi intensitasnya dan menyisakan mereka yang penting saja. Selebihnya? Hanya orang-orang yang akan tercatat sebagai kenangan, lalu perlahan dilupakan.  Barangkali, semakin dewasa kita semakin menyadari bahwa tidak ada yang bertahan selamanya. Adakalanya, kita tidak lagi menempatkan ekspektasi yang tinggi pada sebuah hubungan antarmanusia.  Sederhananya, yang ingin tinggal 'kan kugenggam, yang ingin pergi takkan kutahan. Pada akhirnya, kita hanya akan mempertahankan apa-apa yang memberikan kedamaian, bukan sebaliknya. Maka, semoga kita selalu menemukan apa-apa yang membuat kita damai dalam kebahagiaan, terlebih dalam limpahan cinta-Nya. Juga selalu menemuka...

Siapkah?

Waktu kembali mengusik kebekuanku Telah lama hilang sajak tentangnya dalam anganku Simponi rindu yang telah memudar seiring berjalannya waktu Pintu harap yang telah kucoba tutup rapat Nyanyian sendu yang tak lagi pernah kuucap Rasa yang hadir bersamanya yang dengan kenaifanku ku tepis begitu saja, Kini menjadi satu, menyerbuku agar aku tak semakin terlelap Perlahan tapi pasti, Bayangannya yang dulu bias,kini mulai terlukiskan kembali Aku meraba-raba,mencari-cari jejaknya dalam setumpuk memoriku kurangkai lagi,kisah-kisah yang sempat terlupakan Kususun lagi,kata yang dulu sempat ku abaikan Siapkah aku? Ketika pernah ku azzamkan tak dulu ingin mengenalnya Tapi mengapa,waktu kembali hadirkan dia di hadapku Menggugah jiwa,membangunkanku dari tidur nan amat panjang Membuatku tak lagi larut dalam mimpi indah terlalu dalam Menghadirkan kenyataan yang walau itu belum pasti menjanjikan Aku ingin mengenal kenyataan, Walau kadang dia menghianati harapan Tapi aku rela,asalk...